Langsung ke konten
Pemerintahan

Bakorwil Malang Terus Bersinergi dan Berkolaborasi Wujudkan Solusi Penguatan Pendidikan Vokasi

5 menit baca
62x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Bakorwil Malang Terus Bersinergi dan Berkolaborasi Wujudkan Solusi Penguatan Pendidikan Vokasi

MALANG, Jenterarakyat.com — Pendidikan vokasi selama ini seringkali menghadapi kritik yang sama: lulusannya tidak siap kerja karena keterampilan yang diajarkan di bangku pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Di Jawa Timur, masalah...

MALANG, Jenterarakyat.com — Pendidikan vokasi selama ini seringkali menghadapi kritik yang sama: lulusannya tidak siap kerja karena keterampilan yang diajarkan di bangku pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Di Jawa Timur, masalah ini tidak lagi hanya menjadi bahan diskusi akademik. Kini, ia menjadi agenda serius yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, salah satu perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di wilayah Malang Raya, mengambil peran strategis dalam upaya menjembatani kesenjangan antara pendidikan vokasi dan dunia kerja.

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, secara tegas menyatakan bahwa tidak ada satupun institusi yang bisa menyelesaikan persoalan ini sendirian. Dibutuhkan sinergi, gotong royong, dan solusi bersama.

Baca Juga
Penyegelan Tiga Ponpes di Bululawang oleh Ormas Yakuza Maneges, Bupati LIRA Malang: Hak Anak atas Pendidikan Tidak Boleh Dikorbankan

Penyegelan Tiga Ponpes di Bululawang oleh Ormas Yakuza Maneges, Bupati LIRA Malang: Hak Anak atas Pendidikan Tidak Boleh Dikorbankan

Berita

"Pembangunan SDM vokasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong antara pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri untuk menghadirkan solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan pasar kerja," ujar Asep dalam sambutannya.

Pernyataan itu ia sampaikan pada kegiatan Penyelarasan Kurikulum Pelatihan dan Kebutuhan DUDIKA sebagai Implementasi Program Kerja TKDV Jawa Timur, yang berlangsung di Kantor Bakorwil Malang, Selasa (19/5/2026).

Mengapa Penyelarasan Kurikulum Mendesak?

Baca Juga
Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Sedati Gede, PJ Camat: "Nilai Hijrah Jadi Inspirasi Perbaikan Diri"

Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Sedati Gede, PJ Camat: "Nilai Hijrah Jadi Inspirasi Perbaikan Diri"

Berita

Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri bukanlah isu baru. Data ketenagakerjaan nasional menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengangguran terbuka menurun, pengangguran lulusan SMK dan diploma masih menjadi perhatian serius.

Salah satu akar masalahnya adalah kurikulum yang lambat beradaptasi dengan perubahan industri. Sementara dunia usaha dan industri bergerak cepat mengadopsi teknologi baru, materi pembelajaran di banyak lembaga pendidikan vokasi masih menggunakan modul yang usang.

Penyelarasan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan DUDIKA (Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja) adalah jawaban atas masalah tersebut. Namun proses ini tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh Dinas Pendidikan atau Dinas Tenaga Kerja saja.

Baca Juga
Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

Religi

Di sinilah peran Bakorwil Malang menjadi krusial. Sebagai koordinator wilayah, Bakorwil memiliki posisi strategis untuk mengumpulkan semua pihak—pemerintah kota/kabupaten, perguruan tinggi, dunia industri, asosiasi pengusaha, dan lembaga pelatihan kerja—dalam satu meja.

Kolaborasi Lintas Sektor: Siapa Saja yang Terlibat?

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Mereka antara lain:

· Perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur
· Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
· Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur
· Perguruan tinggi di wilayah Malang Raya
· Perangkat daerah terkait
· Pemangku kepentingan bidang ketenagakerjaan dan pendidikan vokasi lainnya

Kehadiran KADIN Jatim menjadi sinyal penting bahwa dunia usaha dan industri tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut serta dalam merumuskan kurikulum. Mereka yang setiap hari berhadapan dengan kebutuhan pasar kerja memiliki perspektif yang tidak bisa diabaikan.

Program Kerja TKDV Jatim: Penguatan Vokasi Terkoordinasi

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Kerja Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Jawa Timur. TKDV sendiri adalah wadah koordinasi yang dibentuk untuk mendorong penguatan sinergi antara lembaga pendidikan, pelatihan vokasi, dan sektor industri.

Program ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong revitalisasi pendidikan vokasi sebagai salah satu prioritas pembangunan SDM. Di tingkat daerah, TKDV Jatim bertugas memastikan bahwa semua program yang dijalankan oleh berbagai sektor tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan.

Asep Kusdinar menegaskan bahwa kegiatan koordinasi seperti ini harus menjadi ruang diskusi dan perumusan solusi bersama.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir langkah-langkah konkret dan solusi kolaboratif yang dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dan siap kerja," tambah Asep.

Tantangan di Lapangan: Antara Harapan dan Realitas

Meski semangat kolaborasi sudah terbangun, tantangan di lapangan tetap ada. Beberapa di antaranya:

Pertama, perbedaan ritme antara dunia pendidikan dan dunia industri. Pendidikan membutuhkan waktu untuk mengubah kurikulum, sementara industri bisa berubah dalam hitungan bulan.

Kedua, keterbatasan infrastruktur dan peralatan praktik di banyak lembaga pendidikan vokasi. Industri modern menggunakan teknologi canggih yang tidak selalu tersedia di sekolah atau kampus.

Ketiga, minimnya program magang atau praktik kerja industri yang terstruktur dan berkualitas. Banyak magang yang berakhir dengan pekerjaan administratif, bukan pembelajaran teknis yang sesungguhnya.

Namun, dengan adanya forum koordinasi seperti yang digagas oleh Bakorwil Malang dan Disnakertrans Jatim, harapan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut menjadi lebih realistis.

Komitmen Bakorwil Malang ke Depan

Asep Kusdinar menegaskan bahwa Bakorwil Malang tidak akan berhenti pada satu kali kegiatan. Ia berkomitmen untuk terus mendukung penguatan koordinasi lintas sektor di wilayah kerjanya.

"Bakorwil Malang akan terus mendukung penguatan koordinasi lintas sektor di wilayah kerja sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja dan daya saing daerah," tegas Asep.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan vokasi bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan atau Dinas Tenaga Kerja. Semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha, memiliki peran.

"Pembangunan SDM vokasi adalah urusan kita bersama," pungkasnya.

Apa Selanjutnya?

Kegiatan di Kantor Bakorwil Malang ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa ditindaklanjuti oleh masing-masing pemangku kepentingan. Beberapa rencana tindak lanjut yang sudah dibahas antara lain:

1. Pemetaan kebutuhan kompetensi DUDIKA di wilayah Malang Raya
2. Penyusunan modul pelatihan bersama antara lembaga pendidikan dan industri
3. Perluasan program magang bersertifikat
4. Penguatan peran KADIN dalam menyediakan informasi kebutuhan tenaga kerja

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui TKDV akan terus memonitor implementasi dari hasil koordinasi ini. Sementara itu, Bakorwil Malang akan menjadi ujung tombak di tingkat wilayah untuk memastikan semua program berjalan sesuai rencana.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berkolaborasi dan bersinergi. Tidak ada lagi ego sektoral. Yang ada adalah semangat gotong royong untuk menciptakan SDM vokasi yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja.

( Made )

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.