Pilkades Serentak Sidoarjo, Polresta Kerahkan 2.900 Personil Amankan 851 TPS
Sidoarjo, Jenterarakyat.com,- Apel Kesiapan Pengamanan Pilkades di gelar Polresta Sidiarjo menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Sidoarjo. Apel yang berlangsung di Mapolresta Sidoarjo, Sabtu (23/05/26), di pimpin oleh Wakapolresta Sido...
Sidoarjo, Jenterarakyat.com,- Apel Kesiapan Pengamanan Pilkades di gelar Polresta Sidiarjo menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Sidoarjo. Apel yang berlangsung di Mapolresta Sidoarjo, Sabtu (23/05/26), di pimpin oleh Wakapolresta Sidoarjo, AKBP M. Zainur Rofik.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes. Pol. Christian Tobing, dalam amanat yang dibacakan Wakapolresta Sidoarjo, AKBP M. Zainur Rofik, mengatakan, pengamanan Pilkades serentak dilaksanakan selama dua hari, 23-24 Mei 2026. Pengamanan melibatkan 2.900 personil gabungan, terdiri dari 1.200 personil Polri, 200 personil TNI dan 1.500 personil Linmas.
Sebanyak 80 desa dengan total 851 TPS akan mengikuti pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Sidoarjo. Klasifikasi kerawanan daerah pemilihan telah di petakan oleh stakeholder terkait, adapun hasil pemetaan tersebut yaitu, 46 desa tidak rawan, 29 desa rawan dan 5 desa sangat rawan.
“Data ini menunjukkan potensi gangguan Kamtibmas dan harus jadi perhatian serius. Perbedaan pilihan dalam demokrasi wajar, tetapi jangan sampai timbul konflik sosial, perpecahan atau gangguan keamanan yang merugikan masyarakat,” ujar AKBP M. Zainur Rofik.
Polresta Sidoarjo akan berfokus pada pengamanan tahapan krusial, mulai dari pra hingga pemungutan suara. Fase tersebut dinilai paling rawan, karena berpotensi meningkatnya gangguan, seperti adanya gesekan antar pendukung calon kepala desa, isu provokatif, politik uang hingga penyalahgunaan media sosial.
Kepada seluruh personel petugas pengamanan, Kapolresta Sidoarjo, Kombes. Pol. Christian Tobing memberikan beberapa penekanan, yaitu
1. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, profesional, humanis dan netral.
2. Pahami karakter wilayah penugasan, terutama di desa kategori rawan dan sangat rawan.
3. Laksanakan deteksi dini dan langkah preventif terhadap setiap potensi gangguan.
4. Bangun komunikasi baik dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, panitia Pilkades dan seluruh elemen.
5. Hindari tindakan arogan, pelanggaran disiplin, maupun keberpihakan kepada salah satu calon.
6. Para Perwira Pengendali wajib melakukan pengawasan secara melekat.
Beberapa atensi khusus untuk personil TPS juga disampaikan pada pelaksanaan apel tersebut, diantaranya
1. Dilarang membawa senjata api. Kapolsek wajib cek ulang setelah apel di Polsek masing-masing dan pastikan anggota berangkat ke TPS steril dari senjata api.
2. Brimob. Siaga dengan komando tersendiri, tidak melekat di TPS.
3. Pola Rayonisasi & Back up. Brimob dan Samapta sudah disusun rayonisasinya untuk back up pengamanan TPS, patroli mobile, dan respon cepat, dikendalikan perwira pengendali Rayon.
4. Waspada Pasca Pungut Suara. Antisipasi kekecewaan pendukung calon kalah, potensi gesekan dan aksi balasan. Jangan langsung tinggalkan TPS setelah hitung selesai, monitor minimal 2×24 jam.
5. Intel. Petakan dinamika sebelum, saat dan pasca. Lapor cepat.
6. Kapolsek. Jaga dan kelola wilayah masing-masing. Monitor situasi real time, pastikan wilayah aman.
Rekan-rekan sekalian, mari kita berdoa Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan tertib, aman, lancar dan terkendali. Ini harapan kita bersama,” tutup Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Zainur Rofik.
( Nurhadi )
Ditulis oleh
Redaksi Jentera