Langsung ke konten
Pemerintahan

Target Jelang Pensiun Kadishub Kota Malang Widjaja Saleh, Rampungkan Sejumlah Program Strategis

4 menit baca
32x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Target Jelang Pensiun Kadishub Kota Malang Widjaja Saleh, Rampungkan Sejumlah Program Strategis

MALANG, Jenterarakyat.com — Seorang pemimpin sejati tidak akan berhenti bekerja meskipun hari pensiunnya semakin mendekat. Itulah yang ditunjukkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Widjaja R Saleh. Di sela-sela kesibukannya,...

MALANG, Jenterarakyat.com — Seorang pemimpin sejati tidak akan berhenti bekerja meskipun hari pensiunnya semakin mendekat. Itulah yang ditunjukkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Widjaja R Saleh. Di sela-sela kesibukannya, Kamis (21/5/2026) pagi, ia membeberkan sejumlah program strategis yang masih menjadi fokus penyelesaian menjelang masa purna tugasnya pada 2026.

"Namanya tugas pelayanan kepada masyarakat itu enggak ada selesainya. Biarpun ada kendala maupun tidak ada kendala, masih ada yang harus kami selesaikan," ujar Widjaja kepada awak media.

Pernyataan ini mencerminkan dedikasi seorang birokrat yang tidak ingin meninggalkan pekerjaan setengah jalan. Baginya, pensiun bukanlah alasan untuk melambat, melainkan justru menjadi momentum untuk memastikan warisan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Malang.

Baca Juga
Penyegelan Tiga Ponpes di Bululawang oleh Ormas Yakuza Maneges, Bupati LIRA Malang: Hak Anak atas Pendidikan Tidak Boleh Dikorbankan

Penyegelan Tiga Ponpes di Bululawang oleh Ormas Yakuza Maneges, Bupati LIRA Malang: Hak Anak atas Pendidikan Tidak Boleh Dikorbankan

Berita

Tiga Program Strategis yang Dikejar

Setidaknya ada tiga program besar yang menjadi prioritas Widjaja sebelum dirinya memasuki masa purna tugas. Program-program tersebut adalah:

1. Angkutan Sekolah

Baca Juga
Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Sedati Gede, PJ Camat: "Nilai Hijrah Jadi Inspirasi Perbaikan Diri"

Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Sedati Gede, PJ Camat: "Nilai Hijrah Jadi Inspirasi Perbaikan Diri"

Berita

Program angkutan sekolah menjadi salah satu target yang ingin segera diwujudkan dalam waktu dekat. Widjaja mengungkapkan bahwa program ini saat ini tinggal menunggu finalisasi administrasi dari Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Begitu finalisasi selesai, kami akan segera menerapkan angkutan sekolah di lapangan," jelasnya.

Program ini diharapkan dapat mengatasi persoalan transportasi bagi pelajar di Kota Malang, sekaligus mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh antar-jemput orang tua menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga
Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

Religi

2. Re-routing atau Penataan Ulang Jalur Angkutan Kota

Program kedua yang tengah dimatangkan oleh Dishub Kota Malang adalah re-routing angkutan kota. Widjaja menjelaskan bahwa kajian terkait jalur-jalur yang akan disesuaikan sebenarnya telah disiapkan sejak tahun lalu.

"Kami akan mengonfirmasi kembali bersama para pengemudi angkot terkait rencana penataan ulang trayek ini," ujarnya.

Menurut Widjaja, penataan ulang trayek ini sangat diperlukan karena perkembangan kawasan permukiman dan kebutuhan mobilitas masyarakat terus berubah. Ia menyebut sebagian jalur angkot yang ada saat ini masih mengacu pada pola layanan lama sejak akhir 1980-an.

"Peluangnya justru memberi akses layanan lebih luas kepada masyarakat," kata Widjaja di sela-sela rapat yang diikutinya.

3. Implementasi Perda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

Program ketiga yang menjadi perhatian adalah implementasi Perda LLAJ yang melibatkan banyak organisasi perangkat daerah (OPD). Widjaja menjelaskan bahwa dalam perda tersebut, tanggung jawab penanganan lalu lintas tidak hanya berada di Dishub.

"Dinas PUPR bertanggung jawab terhadap kesiapan sarana prasarana jalan dan kelengkapan jalan. Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup berkaitan dengan fasilitas penerangan jalan umum," paparnya.

Selain itu, pengaturan lintasan sebidang kereta api yang mulai diwajibkan sejak 2019 juga menjadi bagian dari implementasi Perda ini.

Dampak Exit Tol Madyopuro: Perubahan Arus Kendaraan

Widjaja juga menyoroti perubahan signifikan yang terjadi akibat keberadaan Exit Tol Madyopuro. Ruas Jalan Ki Ageng Gribig hingga Jalan Mayjen Sungkono mengalami peningkatan beban kendaraan yang cukup drastis.

"Jalan yang semula masuk kategori kelas II kini banyak dilintasi kendaraan kelas I, sehingga berdampak pada kondisi dan kemantapan jalan," ungkapnya.

Perubahan kelas jalan ini bukan sekadar masalah administrasi. Ia berpengaruh langsung terhadap layanan jalan dan ketahanan infrastruktur. Semakin berat kendaraan yang melintas, semakin cepat pula kerusakan jalan yang terjadi.

"Kelas jalan itu berpengaruh terhadap layanan jalan dan kemantapan jalan. Ini menjadi tanggung jawab bersama," tegas Widjaja.

Tidak Semua Jalan Bisa Dilintasi Angkot

Widjaja juga mengingatkan bahwa tidak semua ruas jalan bisa dilintasi angkutan kota. Ada syarat teknis yang harus dipenuhi, mulai dari lebar jalan, kondisi perkerasan, hingga kelengkapan rambu-rambu lalu lintas.

Karena itu, penyesuaian trayek dan klasifikasi jalan akan menjadi bagian penting dalam pembenahan transportasi Kota Malang ke depan.

"Kami tidak bisa asal menentukan trayek. Harus ada kajian teknis yang matang," imbuhnya.

Pensiun Bukan Akhir Segalanya

Meski masa pensiunnya semakin dekat, Widjaja memastikan bahwa sejumlah program tersebut tetap dipersiapkan agar bisa berjalan dan diteruskan. Baginya, pensiun bukan berarti melepas tanggung jawab, melainkan memastikan bahwa fondasi yang telah dibangun kokoh untuk diteruskan oleh generasi berikutnya.

"Pelayanan kepada masyarakat itu tidak pernah berhenti. Saya hanya bagian kecil dari proses panjang ini. Yang terpenting adalah program-program ini terus berjalan demi kebaikan masyarakat Kota Malang," ujarnya.

Harapan untuk Transportasi Malang ke Depan

Dengan berbagai program yang sedang dikejar, Widjaja berharap sistem transportasi di Kota Malang dapat terus membaik. Angkutan sekolah yang ramah anak, trayek angkot yang lebih efisien, serta implementasi Perda LLAJ yang melibatkan semua pihak adalah fondasi bagi mobilitas warga yang lebih lancar dan aman.

"Masyarakat Kota Malang berhak mendapatkan pelayanan transportasi yang terbaik. Itu yang menjadi fokus kami," pungkas Widjaja.

Kepada para pengemudi angkot dan seluruh pemangku kepentingan, ia mengajak untuk terus berkolaborasi. Persoalan transportasi adalah persoalan bersama yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

Jelang pensiun, Widjaja Saleh membuktikan bahwa seorang pemimpin sejati tidak pernah berhenti bekerja untuk rakyatnya.

Ton/Hr

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.