Langsung ke konten
Penerintahan

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pimpin upacara pemberangkatan Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026.

5 menit baca
32x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pimpin upacara pemberangkatan Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026.

JAKARTA, Jenterarakyat.com — Sebanyak puluhan prajurit terbaik TNI kembali dikirimkan untuk mengemban misi mulia menjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Upacara pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Ga...

JAKARTA, Jenterarakyat.com — Sebanyak puluhan prajurit terbaik TNI kembali dikirimkan untuk mengemban misi mulia menjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Upacara pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) TA 2026 digelar khidmat di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur, pada Kamis (21/5/2026).

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara. Didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. serta para pejabat Angkatan dan Mabes TNI, ia secara resmi melepas para prajurit yang akan bertugas di Lebanon Selatan.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan kehormatan sekaligus amanah besar. Para prajurit yang terpilih tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik bangsa dan negara di forum internasional.

Baca Juga
Bayar Izin Kapal Cukup dari Rumah, Kemenhub dan Finnet Indonesia Luncurkan Payment Gateway MaritimHub

Bayar Izin Kapal Cukup dari Rumah, Kemenhub dan Finnet Indonesia Luncurkan Payment Gateway MaritimHub

Nasional
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara pemberangkatan Satgas TNI Konga UNIFIL di Lapangan Prima Mabes TNI
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pimpin upacara pemberangkatan Satgas Konga UNIFIL TA 2026.

 

Kehormatan dan Amanah Besar

"Penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang membawa nama baik bangsa dan negara di forum internasional," ujar Jenderal Agus Subiyanto dalam sambutannya.

Baca Juga
Kejagung Resmi Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, 24 Jam Usai Dicopot Prabowo Jadi Tersangka Korupsi MBG

Kejagung Resmi Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, 24 Jam Usai Dicopot Prabowo Jadi Tersangka Korupsi MBG

Hukum

Ia menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh PBB kepada TNI bukanlah hal yang bisa diperoleh dengan mudah. Ini adalah hasil dari rekam jejak panjang pasukan perdamaian Indonesia yang selalu menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tinggi di berbagai medan tugas.

"Oleh karena itu, seluruh prajurit diminta untuk senantiasa menjaga profesionalisme, disiplin, integritas, serta mematuhi ketentuan dan Standard Operating Procedures (SOP) yang berlaku selama pelaksanaan tugas di daerah misi," tegas Panglima TNI.

Tugas Pokok Satgas UNIFIL

Baca Juga
Gokil! Pidato Prabowo di Hari Pancasila: Siap-siap Lawan Koruptor dan Pengkhianat NKRI, Transformasi Besar Sedang Jalan!

Gokil! Pidato Prabowo di Hari Pancasila: Siap-siap Lawan Koruptor dan Pengkhianat NKRI, Transformasi Besar Sedang Jalan!

Nasional

Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 akan menjalankan mandat PBB berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB. Tugas utama mereka meliputi:

1. Menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi, khususnya di Lebanon Selatan yang masih rawan konflik.
2. Memantau penghentian permusuhan antara pihak-pihak yang bertikai, memastikan gencatan senjata benar-benar dihormati.
3. Membantu menciptakan situasi kondusif agar proses perdamaian dapat berjalan dengan lancar.
4. Memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat sipil yang terdampak konflik.

Selain tugas-tugas tersebut, Panglima TNI juga berpesan agar para prajurit aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL juga diharapkan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pelayanan kesehatan dan bantuan pendidikan sebagai bagian dari implementasi misi perdamaian dunia," tambahnya.

Membangun Hubungan Baik dengan Masyarakat Setempat

Salah satu kunci keberhasilan misi perdamaian adalah kemampuan membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat setempat maupun unsur pasukan dari negara lain. Panglima TNI menekankan hal ini dalam amanatnya.

Para prajurit diminta untuk menjadi duta bangsa yang baik, menunjukkan wajah Indonesia yang ramah, santun, namun tetap tegas dalam menjalankan tugas.

"Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat. Hormati budaya dan adat istiadat mereka. Tunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai," pesan Panglima TNI.

Satgas TNI bertugas menjaga perdamaian di Lebanon Selatan berdasarkan mandat PBB.

Kesiapan Satgas UNIFIL TA 2026

Sebelum diberangkatkan, para prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 telah menjalani serangkaian pembekalan dan latihan intensif. Mereka dibekali dengan berbagai keterampilan, mulai dari taktik tempur ringan, kemampuan negosiasi, pemahaman budaya lokal, hingga penanganan medis darurat.

Pembekalan juga mencakup pemahaman tentang mandat PBB dan aturan-aturan yang mengatur pasukan perdamaian. Hal ini penting agar para prajurit tidak melanggar ketentuan internasional selama bertugas.

"Dari segi kesiapan personel dan materiil, kami pastikan semuanya sudah siap. Mereka adalah prajurit-prajurit terbaik yang telah melewati seleksi ketat," ujar salah satu perwira Mabes TNI yang turut hadir.

Kontribusi Indonesia bagi Perdamaian Dunia

Pengiriman Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Indonesia selalu berperan aktif dalam misi-misi perdamaian PBB.

Sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini, ribuan prajurit TNI telah dikirim ke berbagai negara konflik, seperti Kongo, Vietnam, Kamboja, Bosnia, Somalia, Sudan, hingga Lebanon. Banyak dari mereka yang menerima penghargaan dari PBB atas dedikasi dan pengorbanannya.

"Kita bangga bahwa TNI dipercaya terus oleh PBB. Ini menunjukkan bahwa profesionalisme dan disiplin prajurit kita diakui dunia internasional," ujar pengamat militer yang dihubungi terpisah.

Profil UNIFIL dan Situasi Lebanon Selatan

UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) adalah misi perdamaian PBB yang dibentuk berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 425 dan 426 tahun 1978. Mandat UNIFIL diperbarui secara berkala, terakhir melalui Resolusi 2695 tahun 2023.

Misi ini bertugas di Lebanon Selatan, tepatnya di sepanjang "Garis Biru" (Blue Line) yang memisahkan Lebanon dan Israel. Wilayah ini masih rawan konflik meskipun secara resmi gencatan senjata telah berlangsung sejak 2006.

Tugas UNIFIL antara lain memantau penghentian permusuhan, membantu pemerintah Lebanon memperluas otoritasnya di selatan, serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat sipil.

Harapan Bangsa untuk Para Prajurit

Seluruh bangsa Indonesia berdoa dan berharap agar Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat. Keluarga para prajurit pun turut hadir dalam upacara pemberangkatan, memberikan doa dan dukungan terbaik.

"Semoga anak-anak kami selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Kami bangga mereka bisa menjadi bagian dari pasukan perdamaian dunia," ujar salah satu orang tua prajurit yang hadir.

Penutup: Misi Damai di Tengah Dunia yang Memanas

Di tengah dunia yang terus dilanda konflik dan ketegangan, kehadiran pasukan perdamaian PBB menjadi harapan bagi masyarakat sipil yang menjadi korban. Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 akan menjadi bagian dari harapan itu.

Mereka berangkat bukan untuk berperang, melainkan untuk menghentikan perang. Mereka berangkat bukan untuk membenci, melainkan untuk menebarkan cinta dan perdamaian.

Selamat bertugas, para prajurit Garuda. Jaga nama baik bangsa. Dan pulanglah dengan selamat ke pangkuan keluarga tercinta.

( Stefanus Hari )

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.