Langsung ke konten
Nasional

Lagi! Mobil Ekspedisi Terbalik di Tikungan Lendo Lembor, Tikungan Maut Kembali Regang Korban, Warga: "Ini Sudah Berulang Kali"

4 menit baca
31x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Lagi! Mobil Ekspedisi Terbalik di Tikungan Lendo Lembor, Tikungan Maut Kembali Regang Korban, Warga: "Ini Sudah Berulang Kali"

LABUAN BAJO , Jenterarakyat.com — Ada yang tidak beres dengan tikungan Lendo Lembor. Setiap bulan, atau bahkan setiap minggu, ada saja kecelakaan yang terjadi di sana. Hari ini, giliran sebuah mobil ekspedisi yang membawa muatan sembako menjadi...

LABUAN BAJO , Jenterarakyat.com — Ada yang tidak beres dengan tikungan Lendo Lembor. Setiap bulan, atau bahkan setiap minggu, ada saja kecelakaan yang terjadi di sana. Hari ini, giliran sebuah mobil ekspedisi yang membawa muatan sembako menjadi korban.

Mobil terbalik di tikungan tajam tersebut. Muatan sembako berceceran di pinggir jalan. Sopir diduga mengalami luka-luka. Tim evakuasi masih bekerja di lokasi.

"Tikungan ini sudah seperti kuburan bagi para sopir. Pemerintah tidak pernah serius memperbaikinya," ujar seorang warga dengan nada kesal.

Baca Juga
Penyegelan Tiga Ponpes di Bululawang oleh Ormas Yakuza Maneges, Bupati LIRA Malang: Hak Anak atas Pendidikan Tidak Boleh Dikorbankan

Penyegelan Tiga Ponpes di Bululawang oleh Ormas Yakuza Maneges, Bupati LIRA Malang: Hak Anak atas Pendidikan Tidak Boleh Dikorbankan

Berita

Mobil Ekspedisi: Membawa Sembako dari Jawa, Membawa Hasil Bumi dari Labuan Bajo

Mobil ekspedisi yang kecelakaan hari ini adalah salah satu dari sekian banyak truk yang setiap hari melintasi rute Labuan Bajo–Lembor. Mereka membawa sembako dari Jawa, seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.

Setelah sampai di Labuan Bajo, mereka biasanya mengisi muatan untuk perjalanan pulang: hasil bumi dari masyarakat setempat. Kopi, kemiri, cengkeh, hingga hasil laut.

Baca Juga
Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Sedati Gede, PJ Camat: "Nilai Hijrah Jadi Inspirasi Perbaikan Diri"

Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Sedati Gede, PJ Camat: "Nilai Hijrah Jadi Inspirasi Perbaikan Diri"

Berita

"Mobil-mobil ini adalah urat nadi ekonomi kami. Tanpa mereka, harga sembako bisa melambung tinggi, dan hasil bumi kami tidak bisa sampai ke pasar di Jawa," jelas seorang tokoh masyarakat.

Sayangnya, keselamatan para sopir yang menjadi ujung tombak distribusi ini seringkali terabaikan. Jalanan yang buruk, tikungan mematikan, dan minimnya infrastruktur keselamatan menjadi ancaman setiap saat.

Tikungan Lendo Lembor: Momok bagi Para Sopir

Baca Juga
Ricuh Demo Cipayung Menggugat di DPR, Satu Mahasiswa Ditangkap dan Mengaku Dipukul, Massa Ultimatum 3x24 Jam

Ricuh Demo Cipayung Menggugat di DPR, Satu Mahasiswa Ditangkap dan Mengaku Dipukul, Massa Ultimatum 3x24 Jam

Nasional

Bagi para sopir yang sering melintas, nama Lendo Lembor sudah seperti momok. Tikungan ini sangat tajam. Jalan sempit. Di sisi kiri adalah jurang curam. Di sisi kanan tebing batu.

"Kalau mobilnya ngebut sedikit saja, atau sopirnya kurang konsentrasi, pasti kebablasan. Ujungnya masuk jurang," kata seorang sopir truk yang sering melintasi rute ini.

Tidak ada pagar pengaman di tepi jurang. Rambu peringatan sudah pudar. Marka jalan hampir tidak terlihat. Penerangan jalan di malam hari tidak ada.

"Ini bukan kecelakaan pertama. Sudah puluhan kali. Tapi tidak ada perbaikan. Setiap kali terjadi kecelakaan, warga yang bergotong royong menolong. Pemerintah tidak pernah turun," sesal warga.

Kronologi: Diduga Sopir Hilang Kendali, Mobil Oleng ke Kiri Lalu Terbalik

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil ekspedisi melaju dari arah Lembor menuju Labuan Bajo. Saat melewati tikungan Lendo Lembor, diduga sopir hilang kendali.

Mobil oleng ke kiri. Sopir berusaha membanting setir ke kanan, tapi sudah terlambat. Mobil menabrak tebing pembatas (yang mungkin tidak ada), lalu terbalik.

Muatan sembako terlepas. Ada yang jatuh ke jurang. Ada yang berserakan di badan jalan. Beberapa warga yang mendengar suara benturan langsung berhamburan ke lokasi untuk menolong.

"Kami dengar suara keras. Pas kami lihat, mobil sudah terbalik. Sopirnya masih di dalam. Kami berusaha mengeluarkannya," kata seorang saksi.

Korban: Sopir Diduga Luka-luka, Belum Ada Informasi Korban Jiwa

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban. Sopir diduga mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke puskesmas terdekat. Belum ada informasi mengenai adanya korban jiwa.

"Kami masih mengevakuasi. Belum tahu pasti kondisi sopir dan muatan. Yang jelas, mobil ringsek parah," ujar petugas di lokasi.

Tim evakuasi masih bekerja untuk mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Beberapa warga membantu membersihkan muatan yang berceceran.

Rute Labuan Bajo–Lembor: Darah dan Nyawa Jadi Taruhan Ekonomi

Rute Labuan Bajo–Lembor adalah jalur vital bagi distribusi logistik di kawasan ini. Setiap hari, puluhan truk melintas, membawa kebutuhan pokok dari Jawa dan membawa hasil bumi dari masyarakat setempat.

Namun, jalur ini juga salah satu yang paling berbahaya di Nusa Tenggara Timur. Tikungan tajam, turunan curam, minim rambu, dan tidak ada penerangan jalan.

"Setiap kali ada kecelakaan, kami selalu bertanya: kapan pemerintah akan memperbaiki jalan ini? Tapi tidak pernah ada jawaban," kata seorang tokoh masyarakat.

Seruan Warga: Jangan Biarkan Nyawa Melayang Percuma

Warga setempat sudah lelah. Mereka sudah sering melaporkan kondisi jalan ini ke pemerintah, tapi tidak ada tindakan nyata.

"Kami minta pemerintah pusat turun tangan. Jalan ini adalah jalan nasional, bukan jalan desa. Tanggung jawab pemerintah pusat untuk memperbaikinya," tegas seorang warga.

Mereka menuntut:

1. Pemasangan pagar pengaman di tepi jurang.
2. Perlebaran jalan di tikungan-tikungan berbahaya.
3. Pemasangan rambu peringatan yang jelas dan terang.
4. Penerangan jalan di malam hari.
5. Kajian keselamatan jalan secara menyeluruh.

"Jangan sampai kecelakaan ini terus terjadi. Kami tidak ingin mendengar lagi kabar sopir meninggal di tikungan ini," tutup warga.

Perekonomian Rakyat dan Nyawa Sopir Sama-sama Berharga

Mobil ekspedisi adalah urat nadi ekonomi di kawasan Timur Indonesia. Mereka membawa sembako ke daerah terpencil, lalu membawa hasil bumi ke pasar-pasar di Jawa. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Tapi jangan sampai, karena kelalaian pemerintah dalam membangun infrastruktur keselamatan jalan, nyawa para sopir ini melayang percuma.

Kecelakaan di tikungan Lendo Lembor hari ini adalah pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Kita berdoa semoga sopir selamat. Dan kita berharap pemerintah segera bertindak.

Karena setiap nyawa berharga. Dan setiap sopir berhak pulang dengan selamat. 

 

( Stef )

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.