Langsung ke konten
Nasional

PJT I buka pintu air 6 hari, arus Sungai Brantas meningkat drastis; Polres Blitar patroli di 4 kecamatan rawan

3 menit baca
27x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
PJT I buka pintu air 6 hari, arus Sungai Brantas meningkat drastis; Polres Blitar patroli di 4 kecamatan rawan

BLITAR, jenterarakyat.com – Tradisi turun-temurun di Kabupaten Blitar kembali bergulir. Sejak Senin (18/5/2026) pagi, puluhan warga sudah berdatangan ke bantaran Sungai Brantas. Mereka datang dengan membawa jala, seser, tangguk, ember, bahkan k...

BLITAR, jenterarakyat.com – Tradisi turun-temurun di Kabupaten Blitar kembali bergulir. Sejak Senin (18/5/2026) pagi, puluhan warga sudah berdatangan ke bantaran Sungai Brantas. Mereka datang dengan membawa jala, seser, tangguk, ember, bahkan karung plastik. Tujuannya satu: menangkap ikan yang terbawa arus deras saat pladu atau flushing Waduk Wlingi dan Lodoyo.

Namun, euforia "pesta rakyat" ini nyaris berubah menjadi tragedi. Di hari pertama pladu, seorang warga asal Dusun Sembon, Kecamatan Kanigoro, hampir hanyut terseret arus. Beruntung, ia berhasil ditolong warga lain.

Lebih mengkhawatirkan lagi, hingga berita ini diturunkan, masih ada satu warga yang dilaporkan belum ditemukan. Tim gabungan dari BPBD, Polres Blitar, dan SAR masih melakukan pencarian.

Baca Juga
Penyegelan Tiga Ponpes di Bululawang oleh Ormas Yakuza Maneges, Bupati LIRA Malang: Hak Anak atas Pendidikan Tidak Boleh Dikorbankan

Penyegelan Tiga Ponpes di Bululawang oleh Ormas Yakuza Maneges, Bupati LIRA Malang: Hak Anak atas Pendidikan Tidak Boleh Dikorbankan

Berita

Warga Hampir Hanyut, Tim SAR Dikerahkan

Peristiwa hampir hanyutnya warga terjadi pada Senin pagi, tidak lama setelah pintu air Bendung Lodoyo dibuka. Arus Sungai Brantas yang tiba-tiba meningkat drastis mengejutkan para pemburu ikan.

Seorang warga bernama Supri (42) diduga kurang waspada dan terlalu masuk ke tengah sungai. Arus deras kemudian menyeretnya. Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera berteriak minta tolong.

Baca Juga
Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Sedati Gede, PJ Camat: "Nilai Hijrah Jadi Inspirasi Perbaikan Diri"

Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Sedati Gede, PJ Camat: "Nilai Hijrah Jadi Inspirasi Perbaikan Diri"

Berita

"Suaranya kencang, Mas. Tiba-tiba ada yang berteriak 'tolong, tolong, ada yang hanyut'. Warga langsung pada menghampiri. Untung cepat ditolong, kalau tidak bisa apa-apa," ujar seorang saksi mata.

Pladu Waduk Wlingi-Lodoyo 2026 digelar 18-23 Mei. Warga tetap menjadikannya "pesta rakyat" mencari ikan. Di hari pertama, seorang warga hampir hanyut dan satu orang masih belum ditemukan

Pladu Waduk Wlingi-Lodoyo 2026 digelar 18-23 Mei. Warga tetap menjadikannya "pesta rakyat" mencari ikan. Di hari pertama, seorang warga hampir hanyut dan satu orang masih belum ditemukan
Pladu Waduk Wlingi-Lodoyo 2026 digelar 18-23 Mei. Warga tetap menjadikannya "pesta rakyat" mencari ikan. Di hari pertama, seorang warga hampir hanyut dan satu orang masih belum ditemukan

 

Baca Juga
Ricuh Demo Cipayung Menggugat di DPR, Satu Mahasiswa Ditangkap dan Mengaku Dipukul, Massa Ultimatum 3x24 Jam

Ricuh Demo Cipayung Menggugat di DPR, Satu Mahasiswa Ditangkap dan Mengaku Dipukul, Massa Ultimatum 3x24 Jam

Nasional

Korban berhasil dievakuasi ke tepi sungai dalam kondisi lemas dan syok. Ia segera dilarikan ke puskesmas terdekat.

Sementara itu, tim SAR masih menyisir aliran sungai untuk mencari satu warga yang dilaporkan belum ditemukan.

Polisi: Satu Nyawa Melayang Tahun Lalu

Aipda Muheni, Kasi Humas Polres Blitar, mengingatkan bahwa tahun lalu sudah ada korban jiwa akibat pladu. Seorang warga bernama KSN (67) meninggal dunia saat terjebak lumpur ketika mencari ikan.

"Kami tidak ingin kejadian itu terulang. Pagi tadi kita hampir kehilangan satu nyawa lagi. Kami minta masyarakat tidak nekat turun ke sungai," tegas Aipda Muheni.

Polres Blitar meningkatkan patroli di titik-titik rawan di sekitar Bendungan Wlingi Raya dan Bendung Lodoyo. Empat kecamatan menjadi prioritas pengawasan: Talun, Sutojayan, Kanigoro, dan Kademangan.

ilustrasi arus sungai deras dengan buih putih
Arus Sungai Brantas yang sangat deras saat pladu. Kekuatan arus ini cukup untuk menyeret orang dewasa.

 

Tradisi "Pesta Rakyat" yang Mematikan

Meskipun berbahaya, pladu sudah lama menjadi tradisi tidak resmi yang dinanti-nantikan warga sekitar. Saat air waduk digelontor, banyak ikan yang mabuk atau terbawa arus deras ke hilir.

"Saya tahu ini berbahaya. Tapi ini rezeki tahunan, Mas. Setahun cuma sekali. Ya saya cari di pinggir saja, tidak ke tengah," ujar Slamet (50), warga Kanigoro.

Namun, tidak semua warga sebijak Slamet. Banyak yang nekat masuk ke tengah sungai demi mengejar ikan besar, tanpa memedulikan arus yang bisa naik sewaktu-waktu.

Faktor Bahaya Saat Pladu

Ada beberapa faktor yang membuat pladu sangat berbahaya:

1. Arus Sangat Deras: Kecepatan arus bisa mencapai lebih dari 10 meter per detik
2. Lumpur Licin: Dasar sungai berlumpur membuat warga mudah terpeleset
3. Air Naik Mendadak: Pintu air bisa dibuka lebih lebar tanpa peringatan
4. Ikan Mabuk Air: Ikan berenang ke pinggir, memancing warga masuk lebih jauh

Jadwal Pladu yang Perlu Diwaspadai

Hari Tanggal Tingkat Bahaya
Senin 18 Mei 2026 Waspada
Selasa 19 Mei 2026 Sangat Berbahaya
Rabu 20 Mei 2026 Sangat Berbahaya
Kamis 21 Mei 2026 Berbahaya
Jumat 22 Mei 2026 Waspada
Sabtu 23 Mei 2026 Mulai menurun

Imbauan untuk Warga

PJT I dan Polres Blitar mengimbau warga untuk:

1. Tidak mendekati sungai selama pladu berlangsung
2. Tidak membawa anak-anak ke lokasi pencarian ikan
3. Mengikuti informasi resmi dari PJT I dan kepolisian
4. Segera melapor jika melihat orang dalam keadaan bahaya

"Keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada sekarung ikan. Jangan sampai ada korban tahun ini," pungkas Aipda Muheni.

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.