Langsung ke konten
Nasional

Update Bencana 2 Mei 2026: 3.392 Jiwa Terdampak Banjir Jakarta, Dua Warga Bogor Meninggal Akibat Cuaca Ekstrem

3 menit baca
17x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Update Bencana 2 Mei 2026: 3.392 Jiwa Terdampak Banjir Jakarta, Dua Warga Bogor Meninggal Akibat Cuaca Ekstrem

Kisah warga Jakarta dan Bogor bertahan dari banjir setinggi 120 cm dan angin kencang yang merenggut dua nyawa. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 4 Mei 2026.

JAKARTA, jenterarakyat.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan perkembangan situasi bencana periode pemantauan 1 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Dalam 24 jam terakhir, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang masih mendominasi, khususnya di Pulau Jawa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. , menyampaikan bahwa total terdampak banjir di DKI Jakarta mencapai 1.241 Kepala Keluarga (KK) atau 3.392 jiwa. Banjir melanda 12 kelurahan di dua kota administratif.

Baca Juga
Ricuh Demo Cipayung Menggugat di DPR, Satu Mahasiswa Ditangkap dan Mengaku Dipukul, Massa Ultimatum 3x24 Jam

Ricuh Demo Cipayung Menggugat di DPR, Satu Mahasiswa Ditangkap dan Mengaku Dipukul, Massa Ultimatum 3x24 Jam

Nasional

Banjir Jakarta: 12 Kelurahan, 1.241 Rumah Terendam

Wilayah terdampak di Jakarta Selatan meliputi Kelurahan Cilandak Barat, Pondok Labu, Jagakarsa, Cipedak, Cipulir, Pondok Pinang, dan Pejaten Timur. Sementara di Jakarta Timur, banjir merendam Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, dan Cililitan.

BPBD DKI Jakarta melaporkan banjir terjadi pada Jumat (1/5) dan hingga Sabtu (2/5) pagi berangsur surut. Tidak ada laporan pengungsi, namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi genangan susulan.

Baca Juga
Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 6 Juni 2026

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 6 Juni 2026

Nasional

Banjir Bogor: Ketinggian 120 Cm, 60 Rumah Terdampak

Di Kabupaten Bogor, banjir melanda Desa Rawa Panjang dan Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojong Gede, pada Jumat (1/5) pukul 17.30 WIB. Penyebabnya adalah hujan deras berdurasi panjang yang diperparah oleh penyempitan saluran Kali Baru. Ketinggian air mencapai 120 sentimeter.

Baca Juga
200 Siswa SMA Se-Jawa Timur Belajar Bela Negara hingga Survival Selama Dua Hari Penuh

200 Siswa SMA Se-Jawa Timur Belajar Bela Negara hingga Survival Selama Dua Hari Penuh

Nasional

Rincian dampak:

· 10 unit rumah di Desa Bojong Baru
· 50 unit rumah di Desa Rawa Panjang

BPBD Kabupaten Bogor bersama tim gabungan segera turun ke lokasi. Hingga Sabtu (2/5), banjir berangsur surut dan proses pendataan masih berlangsung.

Dua Korban Jiwa di Bogor Akibat Cuaca Ekstrem

Selain banjir, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang juga menimbulkan korban jiwa di Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

· Satu orang meninggal akibat tertimpa pohon palem.
· Satu orang lainnya meninggal setelah tertimpa pagar tembok saat berteduh.

Kedua korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Selain korban jiwa, angin kencang menyebabkan:

· 2 unit rumah rusak ringan
· 1 unit rumah rusak sedang
· 1 kendaraan roda dua terdampak
· Sejumlah pohon tumbang

BPBD Kabupaten Bogor bersama tim gabungan membersihkan sisa pohon tumbang agar akses jalan dapat kembali digunakan. Rumah rusak masih dalam proses pendataan untuk perbaikan.

Angin Kencang di Langkat: 8 Rumah Rusak

Di Sumatra Utara, Kabupaten Langkat juga dilanda angin kencang pada Jumat (1/5) pukul 11.47 WIB. Desa Camar Condong, Kecamatan Pematang Jaya, melaporkan kerusakan 8 unit rumah dengan rincian:

· 5 rusak berat
· 2 rusak sedang
· 1 rusak ringan.

BPBD Kabupaten Langkat segera melakukan asesmen dan pendataan di lokasi.

Prakiraan BMKG: Hujan Lebat hingga 4 Mei, Warga Diminta Siaga

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca ekstrem periode 2 hingga 4 Mei 2026. Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan sedang hingga lebat. Khusus Jawa Barat berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk:

1. Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
2. Rutin memantau kondisi cuaca dan memelihara saluran drainase.
3. Segera melakukan evakuasi ke tempat aman jika hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan mengurangi jarak pandang.
4. Menghindari pohon, reklame, pagar, dan tiang listrik saat angin kencang.
5. Melakukan patroli di wilayah rawan kebakaran dan tidak membakar lahan sembarangan.
6. Segera melaporkan titik api untuk penanganan cepat.

“Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar upaya penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” demikian pernyataan resmi BNPB.

BNPB terus mengoordinasikan upaya penanganan dengan BPBD provinsi dan kabupaten/kota. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BNPB: Facebook @InfoBencanaBNPB, Twitter/X @BNPB_Indonesia, Instagram @bnpb_indonesia, dan YouTube BNPB Indonesia.

Tonton :

https://youtube.com/shorts/tLYl9lj6TsA?si=F3Gk7fJ700sIx89C

https://vt.tiktok.com/ZS99CA8yQ/

 

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.