Langsung ke konten
``html ```
``html ```
Misteri

Tragedi 10 Tahun di Balik Kulkas: Kisah Larry Murillo-Moncada, Karyawan Supermarket yang Hilang dan Baru Ditemukan 10 Tahun Kemudian di Celah Sempit

Redaksi Jentera 5 menit baca 62 views
Tragedi 10 Tahun di Balik Kulkas: Kisah Larry Murillo-Moncada, Karyawan Supermarket yang Hilang dan Baru Ditemukan 10 Tahun Kemudian di Celah Sempit
Tragedi Larry Murillo-Moncada, karyawan supermarket yang hilang 10 tahun dan ditemukan tewas di balik kulkas tempatnya bekerja. Suara kompresor meredam teriakannya.

COUNCIL BLUFFS, IOWA, Jenterarakyat.com – Sebuah misteri hilangnya seorang pria selama hampir satu dekade akhirnya terungkap dengan cara yang tragis dan tak terduga. Larry Ely Murillo-Moncada, seorang karyawan supermarket berusia 25 tahun, dilaporkan hilang pada 28 November 2009. Keluarga dan otoritas setempat telah melakukan pencarian besar-besaran, namun kasus ini berujung jalan buntu tanpa petunjuk apa pun.

Hingga pada Januari 2019, para pekerja yang sedang mengosongkan dan menggeser unit kulkas raksasa setinggi 3,6 meter di sebuah bekas supermarket terkejut menemukan jasad manusia di celah sempit belakang mesin tersebut. Penemuan ini mengakhiri pencarian panjang sekaligus mengungkap fakta mencengangkan: selama 10 tahun, jasad Larry berada tepat di tempat ia bekerja, hanya berjarak beberapa sentimeter dari ribuan pelanggan dan karyawan yang lalu-lalang setiap hari.

Kronologi: Hilang di Malam Badai Salju

Pada November 2009, Larry dilaporkan hilang oleh orangtuanya setelah ia meninggalkan rumah dalam kondisi emosional. Saat itu, cuaca sedang buruk dengan badai salju yang melanda wilayah Council Bluffs, Iowa, Amerika Serikat. Larry pergi tanpa membawa sepatu, kaus kaki, kunci, dan mobilnya .

"Saat itu sedang badai salju. Dia pergi tanpa sepatu, kaus kaki, kunci, dan mobil," kata Sersan Brandon Danielson dari kepolisian Council Bluffs .

Orangtuanya melaporkan bahwa Larry bertingkah tidak rasional, kemungkinan karena efek samping obat yang dikonsumsinya. Ia dilaporkan mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk "makan gula" . Pihak kepolisian kemudian menghubungi anggota keluarga, lembaga penegak hukum lainnya, pusat penahanan terdekat, serta Imigrasi dan Bea Cukai AS karena Larry pernah dideportasi ke Honduras sebelum kembali ke AS. Namun, seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil .

Kecelakaan Fatal di Tempat Kerja

Para penyidik kemudian merekonstruksi kejadian yang menimpa Larry. Mereka meyakini bahwa setelah meninggalkan rumah, Larry pergi ke supermarket tempatnya bekerja, No Frills Supermarket di Council Bluffs. Meskipun ia tidak sedang bertugas, manajemen toko mengonfirmasi bahwa karyawan kerap masuk dan keluar toko meskipun tidak sedang bekerja .

Di dalam toko, Larry memanjat ke atas lemari pendingin raksasa. Area tersebut biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan barang dagangan, dan tidak jarang karyawan pergi ke sana untuk beristirahat secara sembunyi-sembunyi saat mereka ingin jeda dari pekerjaan .

Namun, langkah fatal terjadi ketika Larry jatuh ke celah sempit selebar 45 sentimeter (18 inci) di antara bagian belakang lemari pendingin dan dinding. Ketinggian jatuhnya mencapai sekitar 3,6 meter (12 kaki) . Ia terjebak di celah tersebut dan tidak dapat keluar.

Mengapa Jeritan Tak Terdengar?

Salah satu pertanyaan paling mengganggu dari kasus ini adalah bagaimana seorang pria bisa terjebak dan meninggal di tempat yang ramai selama hampir satu dekade tanpa diketahui. Para penyidik menemukan jawaban yang mengejutkan.

Suara bising dari kompresor dan kipas unit pendingin industri menghasilkan suara berdengung yang sangat keras dan konstan. Kebisingan ini meredam teriakan minta tolong Larry sehingga tidak pernah terdengar oleh ribuan pelanggan maupun karyawan yang lalu-lalang di sisi lain dinding kulkas .

"Suaranya sangat keras, mungkin tidak ada yang mendengarnya," ujar Sersan Brandon Danielson .

Kapten Polisi Council Bluffs, Todd Weddum, menambahkan bahwa suara dari kompresor kulkas mungkin telah menutupi setiap upaya korban untuk meminta tolong .

Mengapa Bau Tak Tercium dan Belatung Tak Terlihat?

Pertanyaan lain yang muncul adalah mengapa tidak ada yang mencium bau busuk atau melihat belatung selama bertahun-tahun. Beberapa faktor menjelaskan fenomena ini:

Lokasi Tersembunyi: Celah selebar 45 cm diapit rapat oleh unit pendingin tinggi dan dinding beton. Posisi ini mengisolasi jenazah dari jangkauan orang-orang di area publik .

Penyamaran Bau: Area belakang gudang supermarket sering kali dikaitkan dengan bau-bau menyengat lainnya, seperti sampah kardus, sisa makanan, atau bahan pendingin. Hal ini menyamarkan bau dari jenazah .

Proses Mumifikasi: Celah sempit dan aliran udara dari kipas kompresor menciptakan kondisi kering. Jaringan tubuh mengalami dehidrasi dan mumifikasi alami, bukannya membusuk basah yang biasanya menghasilkan bau menyengat dan menarik serangga . Proses ini mengeringkan daging dan mengurangi bau serta nutrisi yang dibutuhkan oleh lalat untuk bertelur.

Akses Lalat Tertutup: Lalat pembusuk tidak bisa masuk ke celah sempit untuk bertelur. Jika ada belatung di awal kematian, mereka akan mati atau menjadi lalat dewasa yang terjebak lalu mati tanpa bisa keluar dari celah tersebut .

Mengapa CCTV Tak Mendeteksi?

Keterbatasan teknologi pada tahun 2009 juga menjadi faktor penting. Standar kamera CCTV pada saat itu belum seluas dan seketat area modern saat ini. Selain itu:

Bukan Area Publik: Posisi korban di celah antara bagian belakang kulkas dan dinding bukanlah area belanja utama yang biasa diawasi secara visual terus-menerus .

Kebiasaan Karyawan: Tempat di atas unit pendingin sering dipakai pekerja untuk beristirahat secara sembunyi-sembunyi, sehingga area tersebut tidak menjadi prioritas pengawasan keamanan .

Penemuan Jasad dan Identifikasi

Pada pertengahan Januari 2019, para pekerja dari sebuah perusahaan kontraktor menemukan jasad seorang pria ketika sedang memindahkan rak dan lemari pendingin di gedung bekas supermarket itu. Bangunan tersebut diketahui sudah tutup sejak 2016, tiga tahun sebelum penemuan .

Pihak kepolisian mengaku sangat sulit mengidentifikasi mayat tersebut karena sudah terjebak cukup lama. Beberapa hari kemudian, jasad itu berhasil diidentifikasi setelah laboratorium negara menguji DNA orangtua Larry dan mencocokkan dengan kesamaan pakaian yang dikenakan korban saat terakhir kali terlihat. Autopsi yang dilakukan pada jasad Larry tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, dan kasus ini diklasifikasikan sebagai kematian yang tidak disengaja .

Kasus ini menjadi pengingat tragis tentang betapa pentingnya keselamatan kerja dan bagaimana suara bising mesin dapat menutupi panggilan pertolongan. Selama hampir satu dekade, aktivitas belanja terus berlangsung seperti biasa di supermarket tersebut—tanpa ada yang menyadari bahwa jawaban dari misteri besar itu hanya berjarak beberapa sentimeter di belakang dinding kulkas.

( Stef )

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.