Langsung ke konten
``html ```
``html ```
Nasional

Diduga Sempat Tegur Oknum Vandalisme, Satpam Kawasan Waduk Jatiluhur Ditemukan Meninggal Dunia di Tepian Danau

Redaksi Jentera 3 menit baca 25 views
Diduga Sempat Tegur Oknum Vandalisme, Satpam Kawasan Waduk Jatiluhur Ditemukan Meninggal Dunia di Tepian Danau
PURWAKARTA, Jenterarakyat.com -  Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus penemuan jasad seorang petugas satuan pengamanan (satpam) dalam kondisi mengapung pada perairan kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Korban yang berpr...

PURWAKARTA, Jenterarakyat.com -  Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus penemuan jasad seorang petugas satuan pengamanan (satpam) dalam kondisi mengapung pada perairan kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Korban yang berprofesi sebagai satpam itu diketahui berinisial S (40), dan ditemukan tewas usai warga melakukan pencarian di tepian Danau Tanggul Ubrug.

Berdasarkan laporan di lapangan, korban sempat dikabarkan menghilang pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca Juga
Rektor Ditangkap KPK, Bagaimana Nasib Mahasiswa Unsoed yang Masuk Lewat Jalur Mandiri Bermasalah?

Rektor Ditangkap KPK, Bagaimana Nasib Mahasiswa Unsoed yang Masuk Lewat Jalur Mandiri Bermasalah?

Nasional

Peristiwa itu terungkap saat kepala satuan pengamanan menyadari korban menghilang, padahal saat itu tengah menjalankan piket malam menjaga kawasan waduk.

Hal yang menuai sorotan, yakni jasad korban ditemukan dengan kondisi tangan terborgol dan masih mengenakan seragam.

Atas hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara mengonfirmasi ihwal penemuan janggal tersebut.

Baca Juga
Lahan Kering dan Bergambut, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di Taman Nasional Way Kambas

Lahan Kering dan Bergambut, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di Taman Nasional Way Kambas

Nasional

"Informasi yang kami terima korban dalam keadaan terborgol dan masih menggunakan seragam saat bertugas," kata Made dalam keterangan resminya, pada Sabtu, 25 Juli 2026. 

Penyebab Kematian Jadi Misteri

Setelah dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta untuk pemeriksaan awal. 

Baca Juga
Viral Dua Bocah Kakak Beradik di Dairi Sumut Dianiaya sang Bibi, Sempat Larang Polisi saat akan Dibawa ke Rumah Sakit

Viral Dua Bocah Kakak Beradik di Dairi Sumut Dianiaya sang Bibi, Sempat Larang Polisi saat akan Dibawa ke Rumah Sakit

Nasional

Selanjutnya, jenazah dirujuk ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari penyelidikan penyebab kematian.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik peristiwa tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian, melacak pelaku, serta menguak motif di balik kejadian ini," ungkap Made.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, Made memastikan pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang milik korban.

"Kami sudah mengamankan barang milik korban, seperti sepeda motor yang digunakan korban bekerja, HT, kalo HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi," sambungnya.

Dugaan Cekcok dengan Oknum Vandalisme

Dalam kesempatan berbeda, warga setempat yang menjadi saksi atas insiden tersebut, Warta mengungkapkan adanya dugaan korban yang sempat menegur pelaku tindakan merusak dengan mencoret-coret fasilitas umum atau vandalisme.

Warta menuturkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diduga sempat terlibat adu pendapat dengan sekelompok orang yang hendak melakukan aksi vandalisme di kawasan objek vital tersebut.

"Kabarnya dia melarang orang yang mau coret-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk," ungkap Warta dalam keterangannya, pada Sabtu, 25 Juli 2026. 

"Aksi coret-coret malam Rabu, selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi," tambahnya.

Warta mengaku tidak menyangka akhir pencarian korban berujung tragis, usai ditemukan dalam kondisi tenggelam di tepian danau.

"Tadi ada telepon dari kepala satpam bilang Marna enggak ada dari jam 3 dini hari," beber Warta. 

"Setelah dicari bareng teman-teman dan warga, ketemu jam 11 siang dalam air di pinggir danau, tangannya terborgol ke belakang," tandasnya.

( Stef )

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.