Jejak Karier dr Elda Putri Rahardini, sang Dokter Jebolan LPDP namun Dinilai Tak Beretika di Hadapan Pasien
JAKARTA, Jenterarakyat.com - Linimasa media sosial, sedang ramai menyoroti kasus perundungan yang melibatkan sejumlah dokter saat menanggapi keluhan pasien penerima bantuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Sebelumnya diketahui, kasus ini bermula dari unggahan pasien pemilik akun Threads @yurizaltrich yang mengeluhkan harus menunggu sekitar 8 jam untuk mendapatkan ruang rawat inap.
Unggahan tersebut kemudian viral setelah beredar kabar pemilik akun meninggal dunia, sehingga sejumlah komentar dari akun yang diduga milik tenaga kesehatan menjadi sorotan publik.
Salah satu komentar yang menuai sorotan, datang dari akun Threads yang diketahui milik seorang tenaga kesehatan, dr Elda Putri Rahardini.
Komentar yang diunggah melalui akun Threads @erudarahaadini itu dinilai sejumlah warganet bernada merendahkan pasien yang belakangan dikabarkan meninggal dunia.
Isi Komentar: Pertanyakan Kapasitas Berpikir
Dalam komentarnya yang viral di media sosial, dr Elda sempat mempertanyakan kapasitas berpikir pemilik akun dengan menggunakan bahasa Inggris.
"(Foto profil)-nya seperti orang have (punya) tetapi aslinya haven't (tidak punya) kah? Haven't some brain cells (tidak punya otak)," tulis dr Elda melalui akun Threads @erudarahaadini yang beredar di media sosial.
Kini, unggahan tersebut kemudian ikut tersebar luas di media sosial dan menuai kecaman publik terhadap etika komunikasi dokter tersebut.
Terungkap Jejak Karier LPDP
Terpisah, akun Instagram @dakwahreel.id, pada Rabu, 5 Agustus 2026, merangkum sejumlah tangkapan layar komentar dari beberapa akun yang diduga milik tenaga kesehatan dan dokter yang merespons keluhan pasien BPJS tersebut.
Komentar dr Elda menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan karena identitasnya diketahui sebagai dokter sekaligus penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Di samping itu, dr Elda juga diketahui pernah memperoleh penghargaan ACPM 2025, sebagaimana ditampilkan dalam unggahan akun @internaugm.
"Selamat dan sukses kepada dr Elda Putri Rahardini sebagai Best Systematic Review pada ajang The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) 2025," tulis postingan tersebut.
Kendati demikian, sebagian publik lantas menilai hal tersebut menjadi ironi bagi sosok dokter yang memperoleh pendanaan negara, namun dinilai tidak etis dalam berkomunikasi di hadapan pasien.
Akhirnya Minta Maaf Secara Terbuka
Dalam kesempatan berbeda, dr Elda menyampaikan permohonan maaf secara terbuka usai viral kontroversi tersebut.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum, teman-teman, dan masyarakat luas," tulis dr Elda dalam pernyataannya, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
dr Elda lantas menyesali tindakannya tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun moral dan etika yang seharusnya dijunjung tinggi.
Pada pernyataannya, sosok dokter perundung pasien BPJS itu juga mengakui dirinya sebagai jebolan penerima LPDP.
"Sebagai dokter dan tenaga kesehatan, saya seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, bagi sebagai individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP," tandasnya.
( STEF ,,)