Langsung ke konten
``html ```
``html ```
Nasional

Respon Pasca Gempa NTT, Pemerintah Bangun RS Lapangan dan Kerahkan Enam Pesawat Pengangkut Logistik

Redaksi Jentera 3 menit baca 26 views
Respon Pasca Gempa NTT, Pemerintah Bangun RS Lapangan dan Kerahkan Enam Pesawat Pengangkut Logistik
Pemerintah mengerahkan sejumlah bantuan pasca gempa NTT, mulai dari pembangunan RS lapangan hingga menugaskan armada udara bermuatan logistik. Threads/lintaskanal/militer.udara

NTT, Jenterarakyat.com  - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat membangun RS lapangan di di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini menyusul kerusakan struktur RSUD Ruteng pasca gempa berkekuatan M7,7. 

Pembangunan RS lapangan mengedepankan fasilitas layanan operasi yang aman dan steril. 

Baca Juga
Rektor Ditangkap KPK, Bagaimana Nasib Mahasiswa Unsoed yang Masuk Lewat Jalur Mandiri Bermasalah?

Rektor Ditangkap KPK, Bagaimana Nasib Mahasiswa Unsoed yang Masuk Lewat Jalur Mandiri Bermasalah?

Nasional

Hal ini ditujukan bagi korban patah tulang akibat gempa yang mengguncang pada Sabtu, 15 Agustus 2026. 

Ruang pembedahan di bangun secara khusus dan terisolasi guna menekan infeksi pasca operasi. 

Dilengkapi dengan meja operasi, lampu khusus pembedahan, hingga area sterilisasi alat medis, praktik ini telah secara efektif menangani medis darurat saat bencana di Sumedang dan Aceh. 

Baca Juga
Lahan Kering dan Bergambut, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di Taman Nasional Way Kambas

Lahan Kering dan Bergambut, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di Taman Nasional Way Kambas

Nasional

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, sejauh ini sudah ada 5 tenda yang dibangun. 

Empat di antaranya merupakan tenda pasien. yang masing-masingnya mampu menampung 20 pasien. 

"Di sini sudah kita pasang lima tenda, empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi," ujar Menkes dalam keterangan resminya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Baca Juga
Viral Dua Bocah Kakak Beradik di Dairi Sumut Dianiaya sang Bibi, Sempat Larang Polisi saat akan Dibawa ke Rumah Sakit

Viral Dua Bocah Kakak Beradik di Dairi Sumut Dianiaya sang Bibi, Sempat Larang Polisi saat akan Dibawa ke Rumah Sakit

Nasional

Lebih lanjut, RS lapangan juga dilengkapi satu tenda Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sejumlah tenda rawat inap. 

Sekitar 60 tempat tidur pasien tersedia sebagai tahap awal penyediaan fasilitas. 

Guna mengantisipasi lonjakan pasien cedera, Kemenkes menambah daya tampung hingga minimal 100 tempat tidur pasien. 

"Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali," terang Menkes. 

Seluruh tenda menggunakan material tahan cuaca.

Dilengkapi lantai khusus untuk menjaga higienitas, mencegah genangan air saat hujan, serta mempermudah mobilisasi alat medis.

Bantuan Logistik

Selain membangun RS lapangan, pemerintah juga memastikan kelancaran pemenuhan distribusi logistik ke lokasi bencana. 

Dalam upaya mempercepat pemenuhan tersebut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menugaskan enam pesawat angkut untuk mengirimkan pasokan pangan dan perlengkapan darurat ke daerah-daerah terdampak. 

Keenam pesawat tersebut telah beroperasi sejak Senin, 17 Agustus 2026. Hal ini berdasarkan konfirmasi Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana. 

“Sejak Senin, pesawat C-130J Super Hercules telah terbang menuju Labuan Bajo dengan membawa bantuan seberat 13.500 kilogram,” terangnya. 

Keenam pesawat yang beroperasi terdiri dari dua C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737. 

Armada yang ditugaskan tersebar di sejumlah titik wilayah terdampak, berikut rinciannya: 

- C-130J Super Hercules menuju Labuan Bajo dengan muatan 13.500 kilogram.

- C-130J Super Hercules lainnya menuju Maumere dengan muatan 13.563 kilogram.

- A400M menuju Labuan Bajo dengan muatan 20.779 kilogram.

- Boeing 737 menuju Maumere, membawa 20.000 kilogram bantuan.

Hingga saat ini, pesawat-pesawat tersebut masih terus disiagakan untuk mengangkut logistik sesuai kebutuhan di lapangan.

Nyoman menegaskan, operasi udara ini akan berlanjut hingga kondisi di NTT berangsur pulih dan masyarakat terdampak dapat tertangani dengan baik.

( Hari wicaksono )

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.