Viral karena Komentar soal Pasien BPJS, RSUP Persahabatan Bantah Dokter Tamara Jasmine Salah Satu Nakesnya
PALEMBANG, Jenterarakyat.com - Kasus dugaan penghinaan serta olokan terhadap pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan masih panas di platform media sosial Threads.
Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) menjadi sorotan usai memberikan komentar pada utas yang diunggah Yurizal di Threads.
Salah satunya adalah dokter Tamara Jasmine yang dianggap nirempati dengan tulisannya.
“Kalian cuma bayar ke BPJS, bukan bayar ke RS, apalagi nakesnya. Jadi, enggak usah songong. Kalau enggak suka, ya enggak usah berobat di situ. Tidak ada yang minta kalian berobat,” tulisnya dalam utas, dikutip dari unggahan ulang akun Threads @ninin.april pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Warganet lantas menguliti sosok dokter Tamara Jasmine dan menemukan akun LinkedIn, di mana tertulis salah satunya sebagai dokter jaga IGD dan rawat inap di RSUP Persahabatan serta dokter di RS Umum Pusri Palembang.
Namun, RSUP Persahabatan justru mengeluarkan pernyataan bahwa tak memiliki pegawai atas nama dokter Tamara Dewi Jasmine atau dokter Tamara Jasmine dan RS Pusri menyebut yang terkait adalah pegawai baru.
Bantahan RSUP Persahabatan
“Bersama ini kami menyampaikan bahwa akun dr. Tamara Dewi Jasmine bukan merupakan pegawai maupun tenaga kesehatan yang bekerja di RSUP Persahabatan,” tulis pihak RSUP Persahabatan yang dibagikan di Instagram Story, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Sehingga rumah sakit meminta bahwa tulisan yang diunggah tidak mewakili sikap, kebijakan, maupun pandangan dari pihak rumah sakit.
“Segala pernyataan maupun opini yang disampaikan melalui akun media sosial pribadi dr. Tamara Dewi Jasmine merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mewakili sikap, kebijakan, maupun pandangan resmi RSUP Persahabatan,” lanjutnya.
RS Pusri Palembang Ungkap Dokter Tamara Jasmine adalah Pegawai Baru
RS Pusri mengungkapkan bahwa dokter Tamara baru bergabung pada Mei 2026 dan bekerja di beberapa klinik kesehatan lain.
“Sebagai informasi yang bersangkutan merupakan dokter baru di RS Pusri per Mei 2026, disamping itu juga bekerja sebagai dokter di klinik lain,” tulis pihak RS Pusri, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Pihak rumah sakit juga menyebut bahwa yang disampaikan adalah pendapat pribadi dan tak terkait dengan pelayanan.
“Setiap tenaga medis dan pegawai masing-masing bertanggung jawab atas penggunaan akun media sosial pribadinya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, penyelesaian internal juga telah dilakukan, yakni dengan pemanggilan untuk memberikan klarifikasi serta sanksi.
“Akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebagai bentuk komitmen dalam menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap RS Pusri,” tegas pihak rumah sakit.
Kronologi Utas Yurizal dan Respons Nakes yang Viral
Sebelumnya, Yurizal, melalui akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026 yang mengeluhkan dirinya belum mendapat ruangan di rumah sakit.
“8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal pada utas tersebut.
Utas itulah yang kemudian ramai dengan komentar balasan sejumlah nakes dengan tulisan yang dianggap tak ada empati,
Beberapa komentar seperti, “Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong,” tulis akun milik dokter Beni Christian Sihombing, @bennychrstn.
Kemudian ada juga komentar dari dokter Elda Putri Rahardini, “PP-nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? Haven't some brain cells,” dan komentar dari akun dokter lainnya.
Warganet makin dibuat geram saat pada 31 Juli 2026, salah satu akun muncul mengaku kerabat Yurizal, mengatakan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia karena lamanya menunggu pelayanan rumah sakit.
Usai utas tersebut viral, kini sejumlah nakes yang menjadi sorotan satu per satu menyampaikan permintaan maaf.
( Stef )