BPSDMP Kembali Gandeng 7 Pemda, Perkuat SDM Transportasi Perkotaan Lewat Pola Pembibitan Putra Daerah
MAKASSAR, Jenterarakyat.com – Sahabat Siaptv, kabar gembira datang dari dunia transportasi Indonesia! Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) kembali menggandeng Pemerintah Daerah dalam upaya penguatan SDM Transportasi Perko...
MAKASSAR, Jenterarakyat.com – Sahabat Siaptv, kabar gembira datang dari dunia transportasi Indonesia! Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) kembali menggandeng Pemerintah Daerah dalam upaya penguatan SDM Transportasi Perkotaan.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilaksanakan di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar pada Sabtu (18/4/2026). Kali ini, sebanyak tujuh Pemerintah Daerah ikut serta:
1. Pemkot Kendari
2. Pemkot Makassar
3. Pemkab Banggai
4. Pemkab Kolaka Timur
5. Pemkab Buton Tengah
6. Pemkab Konawe Selatan
7. Pemkab Muna
SDM Kompeten Kunci Atasi Permasalahan Transportasi
Kepala BPSDMP, Suharto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah sangat memperhatikan pembangunan infrastruktur, tidak terkecuali transportasi.
"Namun tetap ada permasalahan yang akan selalu muncul dan nantinya akan terus membesar, seperti kemacetan, integrasi antar moda, tingginya biaya transportasi dan logistik, serta polusi udara. Ini harus diimbangi dengan SDM yang kompeten," ungkap Suharto.
Minimnya Pejabat Perhubungan di Daerah
Suharto mengungkapkan data mengejutkan dari survei tahun 2018. Saat itu, pejabat yang mengurusi transportasi di fungsi perhubungan daerah jumlahnya hanya 8,18% dari kebutuhan yang seharusnya.
"Itulah cikal bakal kenapa kami menyelenggarakan sekolah-sekolah Pola Pembibitan. Karena kalau tidak berasal dari putra-putri daerah, ada kecenderungan untuk minta mutasi ke tempat lain yang dianggap lebih menguntungkan," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa putra-putri daerah lah yang bisa membangun dengan hati untuk permasalahan di daerahnya sendiri.
Sinergitas Pusat dan Daerah
Suharto menekankan bahwa transportasi tidak bisa hanya terselesaikan oleh Pemerintah Pusat. Dibutuhkan sinergitas antara Pusat dan Daerah.
"Transportasi pada hakikatnya tidak pernah mengenal batas wilayah. Pusat dan Daerah harus memiliki frekuensi dan persepsi yang sama," imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari delapan Asta Cita Presiden Prabowo, lima di antaranya terkait dengan masalah transportasi.
"Transportasi sangat fundamental dan krusial, karena berfungsi sebagai promoting sector dan servicing sector. Mari kita berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan transportasi," ajaknya.
Harapan Walikota Kendari
Mewakili para kepala daerah, Walikota Kendari, Siska Karina Imran, mengungkapkan rasa syukurnya.
"Penandatanganan MoU ini merupakan momentum yang sangat besar, sangat baik, sangat bermanfaat. Tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan kesempatan ini," ujar Siska.
Ia menjelaskan bahwa MoU ini bersinergi dengan kebutuhan SDM di daerah, terutama di Kota Kendari yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
"MoU ini dengan jangka waktu 5 tahun dengan kuota per tahunnya 5 orang. Ini peluang bagi masyarakat kami untuk menekan angka pengangguran, angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan," pungkasnya.
MoU Sebelumnya dengan 10 Pemda
Sahabat Siaptv, sebelumnya BPSDMP juga telah menandatangani MoU dengan 10 Pemerintah Daerah di PIP Semarang, yaitu:
· Pemkot Cirebon
· Pemkot Salatiga
· Pemkot Madiun
· Pemkab Semarang
· Pemkab Tebo
· Pemkab Natuna
· Pemkab Banyuasin
· Pemkab Musi Banyuasin
· Pemkab Kulon Progo
· Pemprov Jawa Timur
Kerja sama ini merupakan bukti nyata Kementerian Perhubungan untuk memenuhi kebutuhan SDM transportasi unggul berbasis daerah. Putra-putri daerah nantinya akan kembali mengabdi dan mengelola sistem transportasi di wilayah masing-masing.
Ditulis oleh
Redaksi Jentera