Langsung ke konten
``html ```
``html ```
Pemerintahan

Dishub Kota Malang Siapkan Kantong Parkir di Gelar Festival Mbois 11

Redaksi Jentera 3 menit baca 15 views
Dishub Kota Malang Siapkan Kantong Parkir di Gelar Festival Mbois 11
Malang, Jatimwarya.com - Gelar Festival mbois 11, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan selama Festival Mbois di kawasan Gajayana. Berdasarkan estimasi panitia, jumlah pengu...

Malang, Jatimwarya.com - Gelar Festival mbois 11, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan selama Festival Mbois di kawasan Gajayana. Berdasarkan estimasi panitia, jumlah pengunjung festival diperkirakan mencapai 6.000 hingga 10.000 orang setiap hari.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, lonjakan jumlah pengunjung berpotensi menimbulkan bangkitan dan tarikan perjalanan yang berdampak langsung terhadap kondisi lalu lintas serta kebutuhan ruang parkir di sekitar lokasi kegiatan.

“Festival Mbois ini suatu konsekuensi ada timbul bangkitan dan tarikan,” ujar Widjaja, pada Sabtu (22/8/2026) siang.

Baca Juga
Maulid Nabi Kalanganyar Hadirkan Habib Hadi Assegaf

Maulid Nabi Kalanganyar Hadirkan Habib Hadi Assegaf

Nasional

Menurut Widjaja, dua persoalan utama yang menjadi perhatian Dishub adalah ketersediaan ruang parkir dan kelancaran arus lalu lintas. Sebab, sebagian ruang parkir yang selama ini tersedia di kawasan tersebut turut digunakan untuk mendukung pelaksanaan Festival Mbois.

“Secara real nanti, parkirlah yang menjadi perhatian dan arus lalu lintas,” tegas Widjaja.

Dalam hal ini untuk mengantisipasi kekurangan kapasitas, Dishub membuka kemungkinan menyiapkan kantong parkir tambahan dengan memanfaatkan sejumlah parkir tepi jalan umum. Salah satu lokasi yang menjadi opsi berada di Jalan Welirang serta sejumlah ruas jalan di sekitaran kawasan Taman Slamet.

Baca Juga
Lahan Kering dan Bergambut, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di Taman Nasional Way Kambas

Lahan Kering dan Bergambut, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di Taman Nasional Way Kambas

Nasional

“Sebagian satuan ruang parkir kami digunakan untuk kegiatan. Sehingga satuan ruang parkir kami akan berkurang. Ini suatu konsekuensi, maka sangat dimungkinkan kita menggunakan sebagian parkir tepi jalan umum,” jelasnya.

Namun hal ini, Widjaja menegaskan pemanfaatan parkir tepi jalan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dishub tidak ingin penambahan ruang parkir justru mengurangi kapasitas jalan dan memicu hal kemacetan.

Lebih lanjut, Dishub juga belum menetapkan rekayasa atau pengalihan arus lalu lintas secara permanen. Pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan tingkat kepadatan kendaraan yang melintas.

Baca Juga
Viral Dua Bocah Kakak Beradik di Dairi Sumut Dianiaya sang Bibi, Sempat Larang Polisi saat akan Dibawa ke Rumah Sakit

Viral Dua Bocah Kakak Beradik di Dairi Sumut Dianiaya sang Bibi, Sempat Larang Polisi saat akan Dibawa ke Rumah Sakit

Nasional

“Untuk pengalihan arus lalu lintas sifatnya situasional. Kita nanti bekerja sama dengan Polresta. Lihat kondisional saja,” kata Widjaja.

Kurang lebihnya 25 hingga 30 personel Dishub akan diterjunkan setiap hari untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penataan parkir selama festival berlangsung.

Pengawasan tidak hanya dipusatkan di sekitar lokasi utama kegiatan. Dishub juga mengantisipasi dampak pergerakan kendaraan di sejumlah kawasan lain yang menjadi jalur keluar masuk pengunjung.

“Kita bukan hanya di daerah sini saja. Tentu ada tarikan yang lainnya, ada di Ijen, ada di Kelud. Artinya bukan hanya difokus di sini saja,” ujar Widjaja.

Perihal personel akan disiagakan secara dinamis. Jika terjadi peningkatan kepadatan di titik tertentu, petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas maupun penataan kendaraan untuk mencegah kemacetan meluas.

Widjaja juga mengimbau untuk masyarakat dan pengunjung Festival Mbois untuk memperhatikan pengaturan lalu lintas serta memanfaatkan lokasi parkir yang telah disiapkan petugas.

Antisipasi tersebut dilakukan untuk menjaga demi kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan Gajayana dan sekitarnya, mengingat "Festival Mbois diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan dengan tingkat kunjungan cukup tinggi di Kota Malang," pungkas Widjaja.

 (Ton)

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.