PDIP Jatim Wajibkan 30 Persen Perempuan & 3 Milenial per PAC: Ini Alarm Menyambut Pemilu 2029
MALANG – Di tengah hiruk-pikuk politik elektoral yang kerap menjebak partai pada kepentingan jangka pendek, PDI Perjuangan justru memilih jalan berbeda. Dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI yang digelar di Ascent Primere Hotel Malang, Sab...
MALANG – Di tengah hiruk-pikuk politik elektoral yang kerap menjebak partai pada kepentingan jangka pendek, PDI Perjuangan justru memilih jalan berbeda. Dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI yang digelar di Ascent Primere Hotel Malang, Sabtu (25/4/2026), Ketua DPC PDIP Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhitta, melontarkan kalimat yang menggetarkan ruang konsolidasi.
"Kepemimpinan bukan tentang pemilihan berikutnya. Ini tentang generasi berikutnya."
Kalimat itu bukan sekadar retorika. Di hadapan seluruh kader dari tingkat ranting hingga PAC se-Kota Malang, Amithya menegaskan bahwa partai berlambang banteng moncong putih tidak boleh terjebak pada pragmatisme kekuasaan semata.
"Partai ini lahir dari perjuangan panjang, dari keberpihakan yang jelas pada rakyat kecil, kaum marhaen. Semangat itu tidak boleh pudar," ujar Amithya dengan suara lantang.
Musancab VI ini bukan agenda seremonial. Ini adalah titik balik. Sebab, di balik proses restrukturisasi dan regenerasi, PDIP Jatim memasang target terukur: keterwakilan perempuan 30 persen di setiap PAC, serta kewajiban menyertakan 3 orang milenial (usia di bawah 35 tahun) di setiap kepengurusan kecamatan.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDIP Jawa Timur, I Made Riandiana Kartika, menjelaskan bahwa angka itu bukan sekadar kuota. "Anak muda tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi betul-baru berperan dalam kepengurusan partai, mulai dari DPC, PAC, hingga ranting."
Ini adalah alarm keras. PDIP sadar bahwa tantangan politik 2029 tidak bisa dihadapi dengan wajah-wajah lama. Generasi Z dan milenial sudah menanti. Jika partai tidak bergerak, mereka akan bergerak sendiri.
Made juga mengungkapkan bahwa Musancab di Kota Malang merupakan titik ke-36 dari 38 kota/kabupaten di Jatim. Artinya, hanya dua daerah tersisa: Sumenep dan Surabaya. Targetnya, seluruh struktur partai dari pusat hingga anak ranting harus lengkap dan siap bergerak massif.
Jenerarakyat.com menilai, langkah PDIP ini patut diapresiasi. Di saat partai lain sibuk mengkalkulasi kursi dan calon, PDIP memilih membangun fondasi. Karena pada akhirnya, rakyat tidak butuh politisi yang pandai janji. Rakyat butuh kader yang hadir, bekerja, dan memperjuangkan nasib mereka.
Ditulis oleh
Redaksi Jentera