Langsung ke konten
Nasional

Terduga Intel yang Diam-diam Masuk ke UMY Ternyata Anggota Polda DIY, Wakil Rektor Ikut Mediasi

4 menit baca
10x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Terduga Intel yang Diam-diam Masuk ke UMY Ternyata Anggota Polda DIY, Wakil Rektor Ikut Mediasi

  Yogyakarta,  Jenterarakyat.com - Publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus penangkapan seorang pria sipil yang diduga merupakan anggota intel kepolisian yang masuk ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Peristiwa ini ter...

 

Yogyakarta,  Jenterarakyat.com - Publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus penangkapan seorang pria sipil yang diduga merupakan anggota intel kepolisian yang masuk ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Peristiwa ini terjadi setelah mahasiswa menggelar aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Rabu (17/6/2026). Beredar video yang memperlihatkan terduga intel tersebut sempat diciduk sejumlah mahasiswa saat ditanya terkait identitas aslinya.

Terkini, Polda DIY telah membenarkan bahwa pria sipil yang sempat diamankan mahasiswa UMY itu merupakan anggota intelnya. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda DIY, Ihsan , dalam keterangan resminya di Yogyakarta, pada Kamis (18/6/2026). Polda mengklaim kehadiran anggotanya di lokasi aksi adalah bagian dari penugasan pemantauan untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Baca Juga
Calon Haji Plus Kena Tipu Hanania Travel, Bayar 5.000 Dolar AS, Uang Tak Disetor ke BPKH

Calon Haji Plus Kena Tipu Hanania Travel, Bayar 5.000 Dolar AS, Uang Tak Disetor ke BPKH

Nasional

Lantas, bagaimana kronologi lengkap penangkapan anggota intel polisi di kampus UMY tersebut? Indexindonesia.com merangkumnya untuk Anda.

 Aksi Damai Mahasiswa di Titik Nol Yogyakarta

Peristiwa ini bermula dari aksi damai yang digelar oleh mahasiswa UMY di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Rabu (17/6/2026). Aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan berakhir pada pukul 17.30 WIB. Setelah itu, rombongan mahasiswa kembali ke kampus UMY dengan selamat.

Baca Juga
Usai Viral Konpers BEM Bersatu, 10 Nama Anggota Himpunan Kampus Kini Diburu, 2 di Antaranya Diklaim Palsu

Usai Viral Konpers BEM Bersatu, 10 Nama Anggota Himpunan Kampus Kini Diburu, 2 di Antaranya Diklaim Palsu

Nasional

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir , menjelaskan bahwa mahasiswa yang berangkat harus terdata dengan baik dan ketika kembali jumlahnya harus sesuai. Namun, situasi justru berubah ketika mahasiswa mendapati seorang pria berpakaian sipil berada di area kampus.

"Mahasiswa yang berangkat harus terdata dengan baik, dan ketika kembali jumlahnya harus sesuai. Mahasiswa mendapati seorang pria berpakaian sipil berada di area kampus," jelas Zuly dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Mahasiswa Ciduk Pria Sipil, Identitas Intel Terbongkar

Baca Juga
Ricuh Demo Cipayung Menggugat di DPR, Satu Mahasiswa Ditangkap dan Mengaku Dipukul, Massa Ultimatum 3x24 Jam

Ricuh Demo Cipayung Menggugat di DPR, Satu Mahasiswa Ditangkap dan Mengaku Dipukul, Massa Ultimatum 3x24 Jam

Nasional

Melihat pria asing yang tidak dikenal berada di lingkungan kampus, mahasiswa langsung mempertanyakan identitas dan tujuan kehadirannya. Setelah dilakukan pengecekan, pria tersebut diketahui merupakan anggota intelijen Polda DIY.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen ketika mahasiswa menanyai pria tersebut dengan tegas. Pria yang mengaku hanya "orang biasa" itu akhirnya mengakui identitas aslinya setelah didesak oleh mahasiswa yang tidak terima dengan kehadirannya di kampus tanpa izin.

Anggota intel tersebut kemudian dibawa ke Gedung Rektorat UMY untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Di sana, ia menjelaskan identitas serta maksud kehadirannya di kampus tersebut.

Polda DIY Akui Anggotanya, Klaim untuk Pemantauan

Kabid Humas Polda DIY, Ihsan, dalam keterangan resminya membenarkan bahwa pria dalam video tersebut adalah anggota Polda DIY. Ia menjelaskan bahwa keberadaan anggota intel di lokasi merupakan bagian dari penugasan pemantauan.

"Terkait video yang beredar di media sosial, kami sampaikan bahwa pria yang ada dalam video tersebut adalah benar anggota Polda DIY. Dan merupakan petugas yang resmi terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan di Titik Nol," kata Ihsan.

Ihsan mengklaim bahwa tugas pemantauan dilakukan untuk memastikan peserta aksi mahasiswa UMY tetap aman dan kondusif. Terkait adanya kesalahpahaman yang terjadi, Polda DIY mengklaim hal ini sudah diselesaikan dengan cara yang humanis.

"Situasi saat ini kondusif, komunikasi pihak rektorat dan mahasiswa terjalin sangat baik. Sehingga kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan baik, dan anggota kami telah kembali ke Polda," sambungnya.

Mediasi di Rektorat, Situasi Kondusif

Setelah anggota intel dibawa ke Gedung Rektorat, pihak kepolisian memberikan klarifikasi dan menjemput yang bersangkutan dari kampus. Wakil Rektor Zuly Qodir mengatakan bahwa persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi yang terbuka.

"Pihak kepolisian telah memberikan penjelasan dan klarifikasi. Karena itu, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi yang terbuka," beber Zuly.

Sekitar pukul 20.00 WIB, situasi berakhir dengan kondusif. Seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai tanpa kekerasan. Mahasiswa pun kembali ke kegiatan masing-masing setelah mendapatkan kepastian bahwa tidak ada lagi pihak asing yang masuk ke kampus tanpa izin.

Sorotan Publik dan Kekhawatiran

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik di media sosial. Banyak warganet yang mempertanyakan dasar hukum kehadiran intel di area kampus tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak universitas. Beberapa pihak menilai bahwa kehadiran intel di kampus dapat mengganggu suasana akademik dan menimbulkan ketidaknyamanan.

"Kampus seharusnya menjadi zona netral yang bebas dari intervensi aparat. Jika ada pemantauan, seharusnya dilakukan dengan koordinasi dan transparan," ujar salah satu pengamat politik yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, mahasiswa UMY sendiri mengapresiasi langkah cepat pihak rektorat yang langsung melakukan mediasi dan memastikan situasi tetap kondusif. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pelajaran Penting untuk Semua Pihak

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik aparat kepolisian maupun pihak kampus, tentang pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik. Kehadiran aparat di lingkungan kampus seharusnya didasari oleh aturan yang jelas dan transparan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman seperti yang terjadi.

Polda DIY sendiri telah menyatakan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak kampus dan mahasiswa. Sementara itu, UMY juga akan terus menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan kampus bagi seluruh sivitas akademika.

Indexindonesia.com akan terus memantau perkembangan kasus ini. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kampus harus tetap menjadi ruang kebebasan akademik yang terlindungi dari intervensi yang tidak semestinya.

 

( Wicaksono )

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.